Buluh Apo, TimenewsNusantara.Com Tim gabungan kembali bergerak menangani dampak Karhutla. Pada Selasa, 01 September 2026 mulai pukul 10.00 WIB, dilakukan kegiatan pendinginan hari pertama di areal lahan bekas terbakar Jalan Reformasi RT 002 RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis.
Lahan yang ditangani merupakan milik masyarakat dengan luas terdampak ± 2 hektare. Kondisinya berupa semak belukar dan tanaman sawit tidak terawat. Dari total luasan tersebut, ± 0,5 hektare sudah dalam kondisi padam. Saat ini lahan masih mengeluarkan asap tipis dengan kondisi tanah kering, ditambah cuaca panas dan angin kencang.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Pinggir Kompol Agung Setiawan.,S.I.K.,M.Si., bersama personil Polsek Pinggir, Babinsa Koramil 03 Mandau, BPBD Kecamatan Pinggir, MPA dan masyarakat.
Sebanyak 21 personil dikerahkan, dengan rincian: Polsek Pinggir 6 orang, Koramil 03 Mandau 2 orang, BPBD 4 orang, MPA 4 orang, dan masyarakat 5 orang. Peralatan yang digunakan antara lain 2 unit mesin mini striker, 10 rol selang 1,5 inch, dan 2 unit nozzle. Sumber air pemadaman berasal dari canal di sekitar lokasi.
Adapun titik koordinat Karhutla berada di N: 1.08046 E: 101.12612 dan 1 titik lainnya yang terpantau melalui aplikasi DLK dan Sipongi.
Beberapa tindakan yang dilakukan di lapangan meliputi pengecekan TKP, upaya pendinginan titik-titik asap, pencatatan saksi, dokumentasi, dan pembuatan laporan. Akses menuju lokasi dapat ditempuh kendaraan R2 dan R4.
Sekira pukul 16.00 WIB kegiatan pendinginan selesai. Kepala api sudah tidak ada. Untuk mencegah api hidup kembali, tim akan melanjutkan penyisiran asap dan pembuatan sekat bakar di sekeliling area.
“Alhamdulillah hari ini tidak ada lagi kepala api. Kami imbau masyarakat Desa Buluh Apo agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar, apalagi saat cuaca panas dan angin kencang seperti sekarang,” ujar Kapolsek Pinggir di lokasi.
Penyebab kebakaran masih dalam proses lidik oleh pihak berwajib. (TNC)

Baca tanpa iklan

